Tur Fitur Mendalam: Mengamankan Data Jamaah di Aplikasi Travel Umroh
Bagi biro travel umroh, aset terbesar Anda adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu hancur dalam sedetik jika data pribadi jamaah (KTP, Paspor, Kartu Keluarga) bocor.
Mengumpulkan dokumen sensitif via WhatsApp atau Email adalah bencana keamanan. Itu sama saja dengan memfotokopi paspor dan meninggalkannya di meja resepsionis. Data itu bisa mampir di galeri HP admin, di folder download laptop, dan tersebar tanpa kontrol.
Sistem kustom Codeloka dirancang dengan filosofi "Security by Design". Mari kita bedah 3 lapisan keamanan di sistem manajemen travel kami:
1. Portal Unggah Aman (Bukan WA)
Kami membuatkan aplikasi mobile atau portal web khusus untuk jamaah Anda. Jamaah mengunggah KTP/Paspor langsung ke sistem terenkripsi Anda. Data itu tidak pernah "mampir" di galeri HP staf Anda. Ini adalah satu-satunya jalur masuk data yang aman dan terlacak.
2. Enkripsi Database (Database Encryption)
Data sensitif seperti nomor KTP atau file gambar paspor tidak disimpan sebagai teks biasa di database. Data tersebut di-enkripsi. Artinya, jikapun (secara teoretis) ada yang berhasil membobol server, mereka hanya akan melihat kode acak yang tidak bisa dibaca, bukan data jamaah Anda.
3. Hak Akses Multi-Level yang Granular
Tidak semua staf Anda perlu melihat paspor. Staf marketing Anda mungkin hanya perlu melihat nama dan status pembayaran. Staf operasional (manifes) perlu melihat file paspor. Staf keuangan hanya perlu melihat data tagihan. Sistem Codeloka memungkinkan Anda mengatur "siapa boleh lihat apa" secara sangat rinci, meminimalisir risiko kebocoran dari internal.
Keamanan data bukan fitur tambahan, itu adalah fondasi. Itulah yang membedakan biro travel profesional dengan yang amatir.