Proses Kami (Tahap 2): Dari 'Wireframe' Menjadi 'Prototype' (Proses Desain UI/UX)
Banyak klien takut memulai proyek kustom karena khawatir hasilnya tidak sesuai bayangan. "Bagaimana jika sudah bayar mahal, ternyata aplikasinya jelek atau susah dipakai?"
Di Codeloka, kami menghilangkan risiko itu dengan proses desain yang transparan. Setelah Tahap 1 (Analisis Alur Kerja/BPM) selesai, kami tidak langsung coding.
Kami masuk ke Tahap 2: Desain UI/UX. Tahap ini penting agar Anda tidak "membeli kucing dalam karung". Prosesnya ada dua:
A. Wireframe (Cetak Biru Digital)
Tim UI/UX kami akan mengambil BPM (alur kerja) Anda dan menerjemahkannya menjadi "coretan kasar" atau wireframe. Ini adalah desain hitam-putih, fokus 100% pada fungsi dan tata letak. Di mana tombolnya? Di mana tabelnya? Apakah alurnya logis? Kami akan berdiskusi dan merevisi alur ini dengan Anda sampai 100% setuju.
B. Prototype (Desain High-Fidelity)
Setelah wireframe (alur) disetujui, kami akan "mewarnainya". Kami terapkan logo, warna brand, dan ikonografi Anda. Hasilnya adalah prototype cantik yang bisa Anda klik di HP atau laptop Anda, seolah-olah aplikasinya sudah jadi. Anda bisa "merasakan" alurnya sebelum developer kami menulis satu baris kode pun.
Proses ini memastikan tidak ada kejutan. Apa yang Anda setujui di prototype adalah apa yang akan Anda dapatkan. Ini adalah jaminan kualitas kami.